Regu Bridge dari Kota Surabaya berjaya dengan merebut juara nomor bergengsi Kejurnas Bridge Antar Kota Klas A yang berlangsung di Hotel Grand Inna Padang. Bermaterikan Indra Kusuma, Iskandar, Denny Sakul, Youbert Sumaraw, Ronny Eltanto dan Syahrial Ali berhasil mengalahkan regu Jakarta Pusat ( Taufik A, Robert T, Noldy George, Franky Karwur, Lusje Bojoh) dibabak final dengan skor 72,3-46 imp, setelah bermain imbang di segment pertama 22-22 dan 4,3 imp carry over utk Kota Surabaya. Keberhasilan ini mengulangi sukses Surabaya di Kejurnas Antar Kota Klas A 2015 lalu di Banda Aceh.

Di babak semifinal Surabaya menyinggkirkan salah satu regu favorit Kota Manado ( Henky Lasut, Eddy Manopo, Clif Tangkuman, Mario Mambu, Harke Tulenan, Denny Palar) dengan skor (35-42; 37-20) dan 1 carry over utk Manado, sementara Jakarta Pusat menang atas wakil Sulawesi Utara lainnya Tomohon (Mac Wajong, Jongky Tumbel, Octa Wohon, Tommy Rogi) dengan skor 113-16imp.

Sementara itu Minahasa dan Kota Bogor berhasil mempertahankan diri sebagai tim Klas A antar kota setelah memenangkan babak play off. Minahasa mengalahkan Bogor di play off pertama, sementara Kota Padang yg menang atas Padang Pariaman harus mengakui keunggulan Kota Bogor pada play off kedua sehingga kedua tim dari Sumbar Padang dan Padang Pariaman harus bermain di Antar Kota Klas B pada Kejurnas berikutnya.

Pada turnamen Indonesia Open, Djarum Super Memimpin Indonesia Open dengan 82,07VP diikuti oleh Djarum LA, ACR open dan Bengkalis. Masih tersisa 2 sesi pagi ini untuk mencari 4 tim terbaik utk berlaga di babak KO. Sisanya akan melanjutkan hingga total 10 sesi

Kejuaran Nasional Bridge Padang 2018 menghadirkan banyak kejutan di nomor antar kota klas A dan klas B. Memasuki babak penyisihan terakhir kemaren, regu Tomohon yang beranggotakan  Mac Wajong, Jongky Tumbel dkk yang tidak diunggulkan lolos ke semifinal mendampingi Jakarta Pusat, Manado dan Surabaya. Sementara favorit lain seperti Kudus yang bermaterikan para pemain Djarum serta Bandung gagal melangkah lebih jauh.

 

Semifinak klas A akan mempertemukan Jakarta Pusat dengan Tomohon dengan carry over -4 serta Manado vs Surabaya dengan carry over 1 imp. Pertandingan sebanyak 2 segment @16 papan dan dimulai jam 9:30 wib pagi ini.

 

Antar Kota Klas A tahun ini hanya diikuti oleh 12 kota dari seharusnya 16 peserta. Ketidakhadiran ini kemungkinan karena banyak provinsi yang baru saja menggelar event Porprov sehingga dana sudah banyak terkuras dan pemain yang sudah kelelahan. Akibatnya 4 kota yang tidak datang langsung degradasi ke klas B, sehingga peringkat 4 peringkat terbawah peringkat 9-12 masih bisa bermain playoff untuk bertahan di klas A. Mereka adalah Bogor, Minahasa, Padang dan Padang Pariaman. 2 pertama dengan 2 nyawa, sementara 2 terakhir hanya 1 nyawa.

 

Jika di klas A 2 tim tuan rumah Sumbar terseok-seok, Sumbar membalasnya di klas B dengan meloloskan 2 wakil barunya di klas A yang Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Pesisir Selatan. Gabungan yang lolos ke klas A adalah: Jakarta Selatan, Sijunjung, Semarang, Jakarta Utara, Bjngo Jambi dan Pesisir Selatan.

 

Sartje - Sugandi Juara Open Pairs

 

Sementara itu di nomor open pairs, pasangan mixed dari Djarum Sartje Pontoh dan Paulus Sugandi berhasil menjadi yang terbaik di babak final yang diikuti oleh 16 pasangan. Setelah menyelesaikan 30 papan, Sartje-Sugandi berhasil meraih 64,76% diikuti oleh Piskanto- Ansori dari Palembang dengan 60%. Tempat ketiga diduduki oleh Rizki Watuseke-Jones Karwur, selanjutnya Anhar Haitani-Noveda Mulya dan Farly Sumual-Belly Rumengan di peringkat 5.

 

Sementara babak semifinal dan final klas A berlangsung, hari ini akan dimulai pertandingan Indonesia Open yang memainkan 7 sesi babak pendahuluan untuk memilih 4 tim teratas ke semi final. Kejurnas akan berakhir besok malam Sabtu 15 Desember 2018.

 

Oleh: Bert Toar Polii

 

Nomor Antar Propinsi telah berakhir, Sulut dan Jabar tampil gemilang dengan meraih masing-masing dua medali emas. Namun bobot medali emas lebih tinggi nilai yang diperoleh Sulut karena mereka meraih nomor utama Antar Propinsi Kelas A.

Sulut berhasil melakukan balas dendam atas Jawa Tengah yang mengalahkan mereka di event yang sama tahun lalu di Sidoarjo.

Final ulangan antara Sulut versus Jateng terjadi melalui pertarungan yang sangat dramatis. Jawa Tengah dan Sulut pada babak penyisihan hanya berada di peringkat 4 dan 3. Bahkan Jawa Tengah nyaris tersingkir seandainya DKI Jakarta menang lebih banyak 2 imp lagi. Jawa Tengah kalah dari DKI Jakarta sangat telak 55 imp pada babak penyisihan. Jika kalah 57 imp maka yang lolos adalah Jabar.

Dengan posisi ini tentu saja DKI Jakarta memilih Jateng di babak semi final karena memiliki carry-over 14 imp. Dengan demikian Jatim harus bertarung lawan Sulut yang juga mereka kalahkan di babak penyisihan dengan carry over 8,5 imp.

Ternyata hasil akhir berkata lain, Jateng dan Sulut tampil ngotot di semi final dan justru membalikan keadaan sehingga kedua regu menang dan tampil di final. Tidak ada perebutan tempat ketiga karena Jatim dan DKI Jakarta ditetapkan sebagai peraih medali perunggu.

Pertarungan antara Jateng vs Sulut di final awalnya berlangsung tidak seimbang. Jateng bermain buruk dan ketinggalan sangat banyak di segmen pertama 12-78 imp. Walaupun menang di segmen kedua tapi memang sulit mengalahkan Sulut yang tampil lebih solid. Sulut juara setelah menang 194-133 imp.

Tim Sulut tampil dengan para pemain : Harke Tulenan, Henky Lasut, Eddy Manoppo, Giovani Watulingas, Uyun Musa, Denny Palar, Franky Umboh, Robert R Lempoy,Mario Mambu, Cliff Tangkuman, Jhon Taroreh dan Chris Hombokau.

Tim Jateng : Bert Toar Polii (NPC), Bambang Hartono, Tanudjan Sugiarto, Kamto, Anthony Soebroto, Agus Kustrijanto, Santoso Sie, Dana Oktavian, Anhar Haitani, Seno, Sugeng Prawiro dan Galang.

Dalam pertarungan play-off untuk menentukan satu regu yang akan bertahan di Kelas A, Jabar menaklukan Kalimanta Barat. Dengan demikian Jabar bertahan di Kelas A berasama Sulut, Jateng, DIK dan Jatim tahun depan.

 

Tuan Rumah Sumbar Gagal Lolos ke Kelas A

Nasib tragis dialami tuan rumah Sumbar. Meraih medali perunggu Kelas B tapi gagal untuk promosi ke Kelas A tahun depan. Hasil babak penyisihan merupakan hasil Kelas A dimana Jambi meraih medali emas, Sumsel medali perak dan Sumbar medali perunggu. Jambi sebagai juara otomatis promosi ke kelas A tahun depan.

Padahal mereka punya dua kesempatan untuk lolos. Pertama mereka bertarung melawan Sumsel dan kalah sehingga Sumsel lolos promosi. Selanjutnya mereka melawan Banten yang berhasil mengalahkan Papua. Sayang kesempatan terakhir juga gagal dimanfaatkan. Dengan demikian Kelas A tahun depan akan tampil :

8 REGU KELAS A TAHUN DEPAN

1 Sulut

2 Jateng

3 DKI

4 Jatim

5 Jabar

6 Jambi

7 Sumsel

8 Banten

 

Di nomor putri Jabar tampil sebagai juara mengalahkan Jateng yang tampil prima di babak penyisihan DKI Jakarta raih medali perunggu. Jabar unggul 155-144 imp.

Di nomor mixed, Sulut kembali meraih medali emas setelah mengalahkan DKI Jakarta 170-98 Imp. Medali perunggu diraih Jawa Timur.

Medali emas kedua diraih Jabar dari senior team setelah mengalahkan DKI Jakarta.  Jabar unggul 129 -99,5 Imp. Medali perunggu diraih Jawa Tengah.

 

Farly Sumual/Mulyadi Juarai Walikota Padang Cup.

Sementara itu pada pertandingan pasangan memperebutkan Walikota Padang Cup yang diikuti 40 pasangan keluar sebagai juara pasangan Farly Sumual/Mulyadi yang baru saja bertemu di Padang.

Ditempat kedua tampil pasangan junior putri yang sempat mengeyam pelatnas Asian Games, Fransisca Martanti/Monica Ayu Triana dan ditempat ketiga bertengger pasangan junior juga Ahmad Masyhuri/Fortina Mora Sibuea.

K SWISS PAIR WALIKOTA CUP M1 M2 M3 M4 M5 M6 ADJ TOT

1 35 Farly Sumual & Mulyadi 10.86 14.96 18.19 16.23 12.77 14.39 87.40

2 26 Monica Ayu Triana & Fransisca Trimartanti 16.46 17.50 18.83 18.21 7.23 5.61 83.84

3 31 Ahmad Masyhuri & Fortina Mora Sibuea 13.45 15.23 10.44 13.12 14.96 0.00 13.44 80.64

4 37 Berlin & Nofry Kaligis 0.00 0.00 9.14 17.69 15.23 17.87 20.00 79.93

5 21 Bambang & Welly 16.23 20.00 1.17 14.96 12.42 13.12 77.90

6 9 Soengkono & A Rosid 8.33 7.95 19.11 17.50 5.32 14.39 72.

Miranda S. Gultom akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum PB GABSI masa bakti 2018-2022 dalam Kongres GABSI ke 25 yang berakhir kemaren di Hotel Pangeran Beach Padang. Dalam kongres yang berlangsung selama 2 hari tersebut (6-7 Des 2018) ada 1 calon ketua umum lain yang mendaftar yakni Beni  J. Ibradi. Namun sayang pak Beni tidak bisa hadir di Kongres karena menunggui isterinya yang terbaring sakit. Menurut tata tertib kongres calon ketum harus hadir untuk menyampaikan visi dan misinya.

Dengan demikian hanya Ibu Miranda S. Gultom yang menyampaikan visi dan misnya jika terpilih sebagai ketua umum Gabsi. Bu Miranda menghabiskan waktu lebih dari setengah jam untuk menyampaikan ide-idenya dengan beberapa terobosan untuk kemajuan bridge Indonesia.

 

Dari pengamatan peta kekuatan dukungan untuk kedua calon cukup berimbang dan masing-masing kubu meng-klaim kubu merekalah yang akan menang jika terjadi pemungutan suara. Dari 83 suara, kubu Beni meng-klaim 48 suara milik mereka, sementara kubu Miranda yakin memiliki 45 suara. Namun pemungutan suara tidak jadi dilakukan karena Pak Beni tidak bisa hadir.

 

Dalam perbincangan dengan Bu Miranda, dia akan melakukan regenerasi di kepengurusan dan akan mengangkat figur-figur yang bisa diterima masyarakat bridge Indonesia. Semoga saja terplihnya ketua umum yang baru bisa membawa angin segar untuk bridge Indonesia.

 

Event Berikutnya

No events

TAMU

Hari Ini 1

Kemaren 118

Minggu Ini 1

Bulan Ini 2450

Total 184753

Currently are 8 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions