Oleh: Liliek Sudirahardjo -  Komentator Bridge

 

Old soldiers never die, they just fade away..!

 

Kalimat tak terlupakan dari jenderal Douglas Mc Arthur, satu dari sedikit tentara yang mengalami 3 peperangan besar sekaligus, Perang Dunia I, Perang Dunia II dan Perang Korea, dan satu dari sedikit tentara yang menjadi mayor jenderal dalam usia muda, 50 tahun. Kemenangan terbesarnya adalah penaklukan atas Jepang yang mengakhiri Perang Dunia II. Indonesia tidak mau kalah, Soedirman diangkat menjadi jenderal penuh oleh Bung Karno pada usia 29 tahun, ketika dari lereng Gunung Lawu mengkomandoi balasan Agresi Militer II Belanda ke Yogyakarta dengan Serangan Umum 1 Maret 1949 yang di pimpin oleh Kolonel Soeharto. Jika Douglas Mc Arthur mengakhiri Perang Dunia II, Soedirman mengakhiri agresi Belanda di Indonesia untuk selamanya.

 

Kali ini pertempuran Amerika vs Indonesia berlangsung dimeja bridge, dalam episode the battle of majors, Spade vs Heart.

 

Jalannya pertempuran di kedua meja, open-room dan close-room terjadi pada papan 20 sebagai berikut.  

 

 

 

AJ842

Q7

-

KQJ652

 

K73

AJ10643

AJ86

-

 

Q

K52

KQ7542

873

 

10965

98

1093

A1094

 

 

 

Di open-room, Franky Steven Karwur di Barat buka dengan 1 Heart, disambut Jeff Meckstroth dengan 2 Heart, Spade plus minor. Jemmy Bojoh di Timur mendukung 3 Heart yang disambut Zia Mahmood dengan jumpin’ jack flash ala Rolling Stone ke 4 Spade. Angki dengan pegangan void Club, tanpa ragu mendarat ke 5 Heart, dan entah bisikan apa yang membuat Zia mendobel kontrak yang sebetulnya slam ini. Gertak sambal! Meckstroth lead Club King, Angky ruff ditangan, mainkan Heart ke King dan Heart kecil ke Jack ditangan, Q menang dan tarik tunai As Spade. Hanya plus 850 untuk Indonesia.

 

Di close-room, pertempuran sedikit berbeda ketika paman Eddy dengan kalem hanya menawar 3 Spade. Boye Brogeland, the European rising star yang membongkar kecurangan radar gelap para pemain besar Eropa, naik ke 4 Heart dan paman Henky sodok ke 4 Spade. Aneh tapi nyata, pas-pis-pus. Rekan komentator mengutarakan, beberapa pemain di Timur menawar 3 bahkan 4 Diamond untuk menunjukkan warna sendiri dan Heart support. Brogeland lead As hEart, Heart kecil ke King dan Timur kembali Club. Barat masih dapat 1 Spade dan kontrak mati 1, minus 100, total plus 750 atau 13 IMP untuk Indonesia.

 

Pada 20 papan stanza pertama menjelang makan siang di Monte Carlo, meskipun menutup babak 1 dengan memenangkan pertempuran, Ina masih ketinggalan 48-69 IMP dari Mahaffey. Stanza kedua dan ketiga masih menunggu, Zia-Meckstroth, Henky-Eddy memang sudah usia senja, tetapi semangat tetap terjaga.

 

Old bridge players never die, they just fade away..!


Add comment


Security code
Refresh

Event Berikutnya

No events

TAMU

Hari Ini 8

Kemaren 67

Minggu Ini 377

Bulan Ini 955

Total 177943

Currently are 9 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions