Saat ini di Philadelphia Amerika Serikat tengah berlangsung Kejuaraan Bridge Amerika, Spring NABC (North American Bridge Championship) yang diikuti oleh para pemain tersohor dari seluruh dunia. Amerika mengadakan tiga kali "Kejurnas" dalam setahun, yakni Spring, Summer dan Fall NABC, luar biasa. Spring NABC kali ini berlangsung dari tanggal 8 hingga 18 Maret 2018.

 

Seperti diketahui, pada medio 2015 dunia bridge dihebohkan oleh Pembongkaran Kasus Radar Gelap di dunia bridge Internasioanl yang dimotori oleh Boye Brogeland yang kemudian digelari sebegai Sherrif. Bebebrapa korban diantaranya adalah pasangan peringkat 1 dunia yang dikenal dengan Fantunes, juga sepasang pemain dari Israel Lotan Fisher dan Ron Schwartz, sepasang dari Jerman dan sepasang dari Bulgaria. Alhamdulilah tidak ada yang dari Indonesia.

 

Setelah 3 tahun berlalu, kasus ini kembali bergema. Ditengah keprihatinan para pemain bridge dunia atas KECURANGAN yang dilakukan oleh para pemain-pemain ternama, maka pada event kali ini digelarlah sebuah petisi untuk menolak kecurangan dan para pemain diminta untuk menandatangani petisi tersebut. Sayang sekali para pemain Indonesia tidak ada yang ikut event bergengsi ini sebagai ajang uji coba sehingga TIDAK ikut serta menandatangani Petisi Anti Kecurangan.

 

Bunyi petisinya adalah sebagai berikut:

 


Kami adalah kelompok pemain bridge yang menaruh perhatian atas kecurangan. Petisi yang ditandatangani ini adalah hasil dari isu skandal kecurangan di dunia bridge belakangan ini.

 

Bridge adalah permainan yang sulit dan mengasyikkan, dan sangat sulit untuk selalu berlaku sempurna di meja pertandingan. Tetapi ada perbedaan yang sangat besar antara perilaku yang tidak sempurna dan pemain-pemain yang sudah merusak permainan kita dengan kecurangan dan kolusi yang disengaja.

 

Kami menghargai dan bergembira atas usaha federasi bridge nasional dan internasional dalam menangani penyakit kanker ini. Kami tidak ragu bahwa mereka memiliki kesamaan perasaan dengan kami. Namun kami juga melihat bahwa ada kalanya tangan mereka diikat oleh birokrasi dan labirin interpretasi hukum.

 

Pemain bridge di seluruh dunia memiliki hak untuk memutuskan dimana mereka akan bermain dan melawan siapa. Karena itulah kami meminta penyelenggara turnamen besar untuk secara transparan penuh mengenai peserta. Pemain yang prihatin kemudian dapat membuat keputusan apakah mereka ingin berpartisipasi atau tidak dari acara tersebut.

 

Pemain-pemain yang menandatangani petisi ini berkomitmen untuk bermain bridge dengan kehormatan dan integritas, ketiadaan akan hal ini akan menyebabkan hilangnya jiwa dari permainan ini.

 

Kami harap Anda mendukung kami dalam melindungi permainan dan memakai lencana "Say NO to cheats" dengan bangga.


Add comment


Security code
Refresh

Event Berikutnya

No events

TAMU

Hari Ini 22

Kemaren 34

Minggu Ini 259

Bulan Ini 1248

Total 169150

Currently are 7 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions