Regu Bridge Bandung Reunion yang dinakhodai oleh Liliek Sudirahardjo (PC) bersama dengan Kikik Hikmat, Ansori, Paulus Halim dan Hardinal berhasil menjadi yang terbaik dalam babak final Penga Gabsi Sumsel Cup 2018 yang berlangsung dari 11-13 Mei lalu di Aula Kantor Gubernur Sumatera Selatan. Setelah menyelesaikan 7 sesi babak final, Bandung Reunion berhasil mengumpulkan 93,06.VP, unggul dari jawara babak kualifikasi Pertamina Jakarta.

 

 

Tempat kedua diduduk oleh regu Pertamina Jakarta hang beranggotakan Beni J Ibradi, Noldh George, Noldy Ngantung, David P Hutahaean dan Vicky Manoppo dengan raihan 87,51.VP. Tempat ketiga diraih oleh regu Bandung lainnya, Dauna Winaza dengan para pemain Edwin, Berlin, Arie Maramis dan Reza dengan 85,80 VP. Tuan rumah Palembang1 menduduki tempat ke 4 dengan para pemain  Herry Zaman sang ketua pengda Gabsi Sumsel, Dodih Firmansyah, Tenny Sompotan, Giovani W, Herry Herdian dan Iwan Riadi.

 

Persaingan peringkat atas terjadi diantara ke 4 tim ini, dengan pimpinan klasemen final hingga sesi ke 4 dipegangan oleh Pertamina. Namun 2 sesi kemudian Pertamina dikalahkan oleh Nasdem Bitung dan Bandung Reunion. Pertamina kemudian memangan sesi terakhir namun raihannya dilewati oleh Bandung Reunion.

 

Pelantikan Pengurus Daerah Gabsi Sumsel

 

Sementara itu pengurus Gabsi Sumsel yanb baru terpilih, Herry Zaman dilantik secara resmi oleh Ketua Umum PB Gabsi dr. DR. Eka Wahyu Kasih. Dalam sambutan pelanyikannya, Ketum Gabsi menucapkan terima kasih atas sumbangansih Sumsel untuk Gabsi terutama dengan tampilnya beberapa pemain junior Sumsel yg tangguh. HERRY Zaman SE menggantikan ketua Pengda Sumsel lama, bapak SN Prana Putra Sohe Walikota Lubuk Linggau. Pada kesempatan yang sama juga dilantik pengcab Gabsi Kota Palembang yang baru. SELAMAT BERTUGAS SEMUANYA.

 

 

 

Sejak 16 April 2018 lalu, ACR Bridge Club pimpinan Mas Kelik Irwantono bekerja sama dengan pegiat Bridge Online Bei Djaloeardi membuat turnamen bridge online dengan title ACR Bridge Club Online Tournament dengan total hadiah Rp 11 Jt. 

 

Bei, selama ini secara aktif mempopulerkan turnamen bridge secara online namun dalam bentuk individual challenge dimana setiap pemain berpartner dengan robot melawan pemain lain tentunya memainkan papan yang sama. Skor kedua meja dibandingkan. 

 

Bei kemudian mencari sponsor untuk pertandingan bridge secara online. Gayung bersambut, Mas Kelik dengan senang hati bersedia meramaikan event bridge di tanah air. Maka terlaksanalah event ini, namun agar lebih bermanfaat tentunya seperti bermain bridge biasa, dalam hal ini dalam format Team Match.

 

Tidak kurang dari  50 tim ikut serta dari seluruh pelosok negeri. Semuanya dibagi ke dalam dalam 8 grup babak kualifikasi. Babak kualifikasi menggunakan sistem roundrobin 2x ketemu masing-masing 8 papan. 2 tim terbaik melaju ke 16 besar (BABAK II). Ke-16 tim ini kemudian dibagi lagi menjadi 4 grup yang skemanya sudah ditentukan sebelumnya. Babak ke II memainkan sistem roundrobin 2x ketemu @12 papan.

 

Berkiut adalah tim-tim yang melaju ke 16 besar.

1. BUNGO

2. IJEN TOBA

3. NAGA LIAR

4. GOTONG ROYONG 

5. PASBAR

6. GTBC RED

7. SAMSAK NTB

8. KERTANEGARA 70

9. TOAR

10. KBB PUTRA

11. KABSOL

12. AREK JATIM

13. KUDA NIL

14. DOA IBU

15. ACE SPADE

16. DCF A

 

Sejak kemaren babak ke-II sudah berlangsung hingga Jumat atau paling telat Sabtu lusa. 2 tim teratas dari masing-masing pool akan melaju ke babak KO 8 besar dengan skema yang juga sudah disusun secara rapi oleh Raja Bridge Online Indonesia Bei Djaloeardi.

 

Perlu diketahui bahwa permainan bridge secara online sangat rawan kecurangan, makanya director pertandingan sudah mengingatkan bahwa jika ada permainan yang aneh, diluar logika baik bidding, play atau defense mereka akan diinterogasi dan jika terjadi kejanggalan dalam pembelaan mereka akan dilaporkan ke WBF dan BBO, dan tentunya ke GABSI sebagai induk organisasi bridge tanah air. Sanksi paling gampang adalah dikucilkan dari insan bridge online Indonesia dan namanya akan diumumkan. Untuk itu mari semua kita jaga sportifitas.

 

Terima kasih dari kami untuk Mas Kelik atas supportnya dalam meramaikan kegiatan bridge dalam negeri dan tak lupa pada sang pimpinan event ini Mas Bei Djaloeardi dan pihak-pihak lain yang memungkinkan event ini terlaksana. Sekali lagi terima kasih dari penggemar bridge Indonesia.

 

Saat ini di Philadelphia Amerika Serikat tengah berlangsung Kejuaraan Bridge Amerika, Spring NABC (North American Bridge Championship) yang diikuti oleh para pemain tersohor dari seluruh dunia. Amerika mengadakan tiga kali "Kejurnas" dalam setahun, yakni Spring, Summer dan Fall NABC, luar biasa. Spring NABC kali ini berlangsung dari tanggal 8 hingga 18 Maret 2018.

 

Seperti diketahui, pada medio 2015 dunia bridge dihebohkan oleh Pembongkaran Kasus Radar Gelap di dunia bridge Internasioanl yang dimotori oleh Boye Brogeland yang kemudian digelari sebegai Sherrif. Bebebrapa korban diantaranya adalah pasangan peringkat 1 dunia yang dikenal dengan Fantunes, juga sepasang pemain dari Israel Lotan Fisher dan Ron Schwartz, sepasang dari Jerman dan sepasang dari Bulgaria. Alhamdulilah tidak ada yang dari Indonesia.

 

Setelah 3 tahun berlalu, kasus ini kembali bergema. Ditengah keprihatinan para pemain bridge dunia atas KECURANGAN yang dilakukan oleh para pemain-pemain ternama, maka pada event kali ini digelarlah sebuah petisi untuk menolak kecurangan dan para pemain diminta untuk menandatangani petisi tersebut. Sayang sekali para pemain Indonesia tidak ada yang ikut event bergengsi ini sebagai ajang uji coba sehingga TIDAK ikut serta menandatangani Petisi Anti Kecurangan.

 

Bunyi petisinya adalah sebagai berikut:

 


Kami adalah kelompok pemain bridge yang menaruh perhatian atas kecurangan. Petisi yang ditandatangani ini adalah hasil dari isu skandal kecurangan di dunia bridge belakangan ini.

 

Bridge adalah permainan yang sulit dan mengasyikkan, dan sangat sulit untuk selalu berlaku sempurna di meja pertandingan. Tetapi ada perbedaan yang sangat besar antara perilaku yang tidak sempurna dan pemain-pemain yang sudah merusak permainan kita dengan kecurangan dan kolusi yang disengaja.

 

Kami menghargai dan bergembira atas usaha federasi bridge nasional dan internasional dalam menangani penyakit kanker ini. Kami tidak ragu bahwa mereka memiliki kesamaan perasaan dengan kami. Namun kami juga melihat bahwa ada kalanya tangan mereka diikat oleh birokrasi dan labirin interpretasi hukum.

 

Pemain bridge di seluruh dunia memiliki hak untuk memutuskan dimana mereka akan bermain dan melawan siapa. Karena itulah kami meminta penyelenggara turnamen besar untuk secara transparan penuh mengenai peserta. Pemain yang prihatin kemudian dapat membuat keputusan apakah mereka ingin berpartisipasi atau tidak dari acara tersebut.

 

Pemain-pemain yang menandatangani petisi ini berkomitmen untuk bermain bridge dengan kehormatan dan integritas, ketiadaan akan hal ini akan menyebabkan hilangnya jiwa dari permainan ini.

 

Kami harap Anda mendukung kami dalam melindungi permainan dan memakai lencana "Say NO to cheats" dengan bangga.

 

Oleh: Liliek Sudirahardjo -  Komentator Bridge

 

Old soldiers never die, they just fade away..!

 

Kalimat tak terlupakan dari jenderal Douglas Mc Arthur, satu dari sedikit tentara yang mengalami 3 peperangan besar sekaligus, Perang Dunia I, Perang Dunia II dan Perang Korea, dan satu dari sedikit tentara yang menjadi mayor jenderal dalam usia muda, 50 tahun. Kemenangan terbesarnya adalah penaklukan atas Jepang yang mengakhiri Perang Dunia II. Indonesia tidak mau kalah, Soedirman diangkat menjadi jenderal penuh oleh Bung Karno pada usia 29 tahun, ketika dari lereng Gunung Lawu mengkomandoi balasan Agresi Militer II Belanda ke Yogyakarta dengan Serangan Umum 1 Maret 1949 yang di pimpin oleh Kolonel Soeharto. Jika Douglas Mc Arthur mengakhiri Perang Dunia II, Soedirman mengakhiri agresi Belanda di Indonesia untuk selamanya.

 

Kali ini pertempuran Amerika vs Indonesia berlangsung dimeja bridge, dalam episode the battle of majors, Spade vs Heart.

 

Jalannya pertempuran di kedua meja, open-room dan close-room terjadi pada papan 20 sebagai berikut.  

 

 

 

AJ842

Q7

-

KQJ652

 

K73

AJ10643

AJ86

-

 

Q

K52

KQ7542

873

 

10965

98

1093

A1094

 

 

 

Di open-room, Franky Steven Karwur di Barat buka dengan 1 Heart, disambut Jeff Meckstroth dengan 2 Heart, Spade plus minor. Jemmy Bojoh di Timur mendukung 3 Heart yang disambut Zia Mahmood dengan jumpin’ jack flash ala Rolling Stone ke 4 Spade. Angki dengan pegangan void Club, tanpa ragu mendarat ke 5 Heart, dan entah bisikan apa yang membuat Zia mendobel kontrak yang sebetulnya slam ini. Gertak sambal! Meckstroth lead Club King, Angky ruff ditangan, mainkan Heart ke King dan Heart kecil ke Jack ditangan, Q menang dan tarik tunai As Spade. Hanya plus 850 untuk Indonesia.

 

Di close-room, pertempuran sedikit berbeda ketika paman Eddy dengan kalem hanya menawar 3 Spade. Boye Brogeland, the European rising star yang membongkar kecurangan radar gelap para pemain besar Eropa, naik ke 4 Heart dan paman Henky sodok ke 4 Spade. Aneh tapi nyata, pas-pis-pus. Rekan komentator mengutarakan, beberapa pemain di Timur menawar 3 bahkan 4 Diamond untuk menunjukkan warna sendiri dan Heart support. Brogeland lead As hEart, Heart kecil ke King dan Timur kembali Club. Barat masih dapat 1 Spade dan kontrak mati 1, minus 100, total plus 750 atau 13 IMP untuk Indonesia.

 

Pada 20 papan stanza pertama menjelang makan siang di Monte Carlo, meskipun menutup babak 1 dengan memenangkan pertempuran, Ina masih ketinggalan 48-69 IMP dari Mahaffey. Stanza kedua dan ketiga masih menunggu, Zia-Meckstroth, Henky-Eddy memang sudah usia senja, tetapi semangat tetap terjaga.

 

Old bridge players never die, they just fade away..!

Event Berikutnya

No events

TAMU

Hari Ini 22

Kemaren 34

Minggu Ini 259

Bulan Ini 1248

Total 169150

Currently are 4 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions