Pasangan Junior Yosep Hutasoit-Bram Vicario dari Kab. Tangerang berhasil menjadi yang terbaik dalam gelaran Pertandingan Pasangan Secara Simultan dalam rangka Hari Bridge Nasional 2018 yang berlangsung pada tanggal 22 Desember 2018 secara serentak di 20 kota/kabupaten/Gabungan di seluruh Indonesia dan diikuti oleh 339 Pasangan.

 

Kota penyelenggara HBN 2018 adalah:

 

  1. Jakarta Pusat diikuti oleh 36 pasang

  2. Padang 29 pasang,

  3. Tangerang 22 pasang,

  4. Kota Palembang 10 pasang,

  5. Mataram Kota 12 pasang,

  6. Bandar Lampung 20 pasang,

  7. Pontianak 29 pasang,

  8. Samarinda 11 pasang,

  9. Yogya 21 pasang,

  10. Buleleng 8 pasang,

  11. Karimun 15 pasang,

  12. Ogan Kemering Ulu 24 pasang

  13. Pekanbaru 8 pasang

  14. Kendari 19 pasang

  15. Bandung 17 pasang

  16. Batam 10 pasang

  17. Surabaya 14 pasang

  18. Semarang 8 pasang

  19. Tanjung Pinang 9 pasang

  20. Gresik 10 pasang

 

Yosep-Vicario mengungguli 338 pasangan lainnya dengan meraih skor 79,65%, tempat kedua kembali berasal dari area Tangerang atas nama Julian Tosra – Hardiansyah dengan 76.23%. Tempat ketiga dari Palembang atas nama MGS Nurholil-MGS Taufik dengan skor 73.26%. Ilham Anton Yozendra-Afri Andri dari Padang menempati posisi ke-4 dengan 71.04%. Tempat ke-5 dan ke-6 kembali direbut Tangerang atas nama Abrin Christiyono & Pradnyo Harinuksmo dan Peggy Anjasmara & Reihan dengan nilai berturut-turut 69.85% dan 69.38%.

 

Peringkat 7,8, 9 dan 10 adalah:

  1. Richo & Lodong – Pontianak

  2. Tengku & Haikal – Tanjung Pinang

  3. A.P. Sibuea & F.M. Sibuea – Tanjung Balai Karimun

  4. Arif Kurniawan & Iskandar – Samarinda

 

Pertandingan HBN menggunakan perhitungan top bottom integral yang artinya nilai anda semua akan dibandingkan dengan nilai semua peserta seluruh Indonesia yang memainkan papan tersebut. HBN juga mensyaratkan memainkan sedikitnya 21 papan dan maksimum 27 papan.

 

Selamat untuk para pemenang.

 

 

Oleh : Didi Andries

 

Selama ini ketika diadakan pembentukan tim nasional sering muncul pro kontra apapun pola yang dipilih. 

Dalam Peraturan Teknik GABSI ditetapkan 3 (tiga) cara pembentukan tim nasional.

1. PB Gabsi mengadakan Seleksi berjenjang

2. Kejuaraan Nasional menjadi wadah pembentukan regu nasional.

3. PB Gabsi menunjuk Ketua Badan Pembentukan dan Pembinaan Tim nasional yang diberi mandate untuk membentuk tim nasional.

Dari ketiga pilihan itu semua mempunyai sisi plus dan minus apalagi jika ada pilihan-pilihan yang subjektif seperti memanfaatkan hak prerogatif Gabsi untuk menentukan 1 atau 2 pasangan.

Sehubungan dengan hal tersebut maka saya mempunyai pemikiran untuk membuat Seleksi Ranking Nasional yang dilakukan secara periodik 3 atau 4 kali setahun. Dengan tersusunnya peringkat nasional maka penentuan tim nasional menjadi mudah dan transparan. Peringkat tertinggi rangking nasional otomatis menjadi anggota tim nasional saat dibutuhkan.

Dampaknya kita mempunyai pasangan tetap yang terus berlatih karena mereka harus siap saat ditunjuk.

Agar lebih memberi dampak yang maksimal maka untuk peringkat 1-3 dan 4-6 ditunjuk seorang pelatih untuk mendampingi sekaligus memantau latihan para pemain.

 

Bagaimana pola Seleksi  Peringkat Pasangan Nasional

 

1. PB GABSI secara teratur selambat lambatnya setiap 3 bulan akan menyelenggarakan seleksi peringkat nasional  (untuk nomor pasangan, Open, putri , mixed dan senior )  yang diikuti oleh pasangan-pasangan  yang direkomendasikan dan dikirim oleh Pengprov masing-masing dengan referensi pernah menjuarai event event nasional atau hasil seleksi Pengprov.  Ini untuk tahun pertama. Selanjutnya Pengprov diwajibkan untuk mengadakan seleksi di daerahnya sehingga seleksi berjenjang bisa dilaksanakan. 

2. Apabila pasangan tersebut berasal dari 2 pengprov yang berbeda maka harus mendapat rekomendasi dari masing masing pengprov 

3  Sistim pertandingan dilaksanakan dalam 2 babak, babak penyisihan dan babak final. Babak final diambil 12 peserta.

4. Peringkat 1-6 pada babak final akan mendapat point peringkat nasional sebagai berikut :

Peringkat 1: 15

Peringkat 2:   9

Peringkat 3:   6

Peringkat 4:   4

Peringkat 5:   2

Peringkat 6:   1

5. Satu satunya perolehan Point peringkat nasional adalah melalui sistim seleksi peringkat nasional ini dan tidak melalui event-event yang lain. Master Point dan hasil event-event lain nantinya akan menjadi dasar buat menentukan pasangan yang berhak ikut seleksi peringkat nasional. Kriterianya nanti akan disusun.

6. Peserta peringkat 1 hingga 6 tidak diperkenankan untuk mengikuti seleksi peringkat pasangan mixed  dan senior  yang berlangsung setelah open dan putri. 

Dengan demikian pemain harus menentukan dari awal nomor pilihannya.

7. Pasangan peringkat 1 hingga 6 akan mendapat uang saku pada waktu menghadiri seleksi berikutnya. Besarnya akan ditentukan secara tersendiri (tergantung peringkat). Selain itu akan ditunjuk pelatih untuk menangani pasangan yang terpilih.

8. Untuk seleksi periode berikutnya maka Pasangan peringkat 1 hingga 6 akan menunggu hasil pra-kualifikasi yang menghasilkan tambahan 6 pasangan sehingga total menjadi 12 pasangan. 12 Pasangan ini akan diadu untuk mendapatkan tambahan poin peringkat nasional.

9. Point peringkat nasional akan diakumulasi dan penentuan peringkat  berdasarkan total akumulasi Point. Akumulasi Point peringkat nasional akan dipotong sebanyak 20 % pada awal tahun berikutnya. 

10. Jika seorang pemain bermain dengan pemain lain yang bukan pasangannya maka perhitungan  Point dimulai lagi dari Nol.

11. Tim Nasional Open, Putri, Mixed, dan senior merupakan pasangan dengan peringkat nasional 1 hingga 3 pada setiap nomor. Jika satu pasangan berhalangan, maka peringkat berikutnya otomatis menjadi anggota tim nasional.

12. Jika ini dilakukan maka setiap saat kita mempunyai tim nasional yang siap untuk dikirim di event event internasional. 

 

Agar ide ini menjadi lebih baik, saya mengharapkan masukan dari komunitas bridge sehingga nantinya pembentukan tim nasional menjadi lebih adil dan transparan.

Hari Bridge Nasional diperingati setiap tanggal 12 Desember setiap tahunnya. Namun kali ini pada tanggal tersebut masih berlangsung Kejuaraan Bridge Nasional ke 56 di Padang Sumbar (berakhir 15Desember), maka acara hari bridge nasionalpun digeser ke tanggal 22 Desember dengan event utama pertandingan bridge pasangan secara simultan di sejumlah kota di Indonesia. Setiap kota harus minimal memainkan 21 papan dan maksimal 27 papan dengan perhitungan top bottom integral.

 

Pertandingan berlangsung semarak di beberapa kota dan diikuti oleh banyak pecinta bridge. Di Jakarta misalnya Pasangan Simultan Hari Bridge Nasional diselenggarakan di Gedung Bridge Center Bulungan dan diikuti oleh 36 pasangan yang terdiri atas umum, senior, junior, pelajar dan mixed. Sementara di Padang peserta berjumlah 29 pasang, Tangerang 22 pasang, Kota Palembang 10 pasang, Mataram Kota 12 pasang, Bandar Lampung 20 pasang, Pontianak 29 pasang, Samarinda 11 pasang, Yogya 21 pasang, Buleleng 8 pasang, Karimun 15 pasang, dan Ogan Kemering Ulu dengan 24 pasang.

 

Di Jakarta pasangan Mahkota Ananda dan Alex Sumampow keluar sebagai juara dengan 67,92% diikuti oleh pasangan mixed Alfa Irinanda-Afifah Rahayu dengan 66,39% dan Hanie dan Razi dengan 64,58%. Ketua Umum terpilih ibu Miranda S Goeltom  menyempatkan diri hadir dan memberikan hadiah kepada para pemenang.

 

Di Padang, pasangan Ilham Anton Yozendra-Afri Andri berhasil menjadi yang terbaik diikuti oleh Adek Ryan-Ridho dan Roza Aprila-Rudi Anwar. Bandar Lampung dikuasai oleh Alfi Darwin-Timbul Febriansyah, sementara Pontianak dikuasai oleh Richo-Lodong. Tangerang dimenangkan oleh Yosep Hutasoit-Bram Vicario dengan raihan fenomenal 75%. 

 

Belum semua data pertandingan yang masuk ke panitia. Dari data 206 pasangan peserta, pasangan Yosep Hutasoit-Bram Vicario menjadi pemuncak dengan skor sementara 78,89%, diikuti Julian Tosra-Hardiansyah dengan 75.5% juga dari Tangerang dan MGS Nurholil-MGS Taufik dengan 72.88% dari Palembang.

 

 

 

Regu Bridge dari Kota Surabaya berjaya dengan merebut juara nomor bergengsi Kejurnas Bridge Antar Kota Klas A yang berlangsung di Hotel Grand Inna Padang. Bermaterikan Indra Kusuma, Iskandar, Denny Sakul, Youbert Sumaraw, Ronny Eltanto dan Syahrial Ali berhasil mengalahkan regu Jakarta Pusat ( Taufik A, Robert T, Noldy George, Franky Karwur, Lusje Bojoh) dibabak final dengan skor 72,3-46 imp, setelah bermain imbang di segment pertama 22-22 dan 4,3 imp carry over utk Kota Surabaya. Keberhasilan ini mengulangi sukses Surabaya di Kejurnas Antar Kota Klas A 2015 lalu di Banda Aceh.

Di babak semifinal Surabaya menyinggkirkan salah satu regu favorit Kota Manado ( Henky Lasut, Eddy Manopo, Clif Tangkuman, Mario Mambu, Harke Tulenan, Denny Palar) dengan skor (35-42; 37-20) dan 1 carry over utk Manado, sementara Jakarta Pusat menang atas wakil Sulawesi Utara lainnya Tomohon (Mac Wajong, Jongky Tumbel, Octa Wohon, Tommy Rogi) dengan skor 113-16imp.

Sementara itu Minahasa dan Kota Bogor berhasil mempertahankan diri sebagai tim Klas A antar kota setelah memenangkan babak play off. Minahasa mengalahkan Bogor di play off pertama, sementara Kota Padang yg menang atas Padang Pariaman harus mengakui keunggulan Kota Bogor pada play off kedua sehingga kedua tim dari Sumbar Padang dan Padang Pariaman harus bermain di Antar Kota Klas B pada Kejurnas berikutnya.

Pada turnamen Indonesia Open, Djarum Super Memimpin Indonesia Open dengan 82,07VP diikuti oleh Djarum LA, ACR open dan Bengkalis. Masih tersisa 2 sesi pagi ini untuk mencari 4 tim terbaik utk berlaga di babak KO. Sisanya akan melanjutkan hingga total 10 sesi

Event Berikutnya

No events

TAMU

Hari Ini 25

Kemaren 87

Minggu Ini 324

Bulan Ini 1988

Total 188161

Currently are 10 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions