Mixed Team Melaju ke Babak 8 Besar, Senior Gagal

Oleh : Bert Toar Polii

Tim Indonesia Mixed yang diperkuat Lusje Bojoh, Conny F Sumampouw, Ernis Sefita, Taufik Asbi, Denny Sacul dan Anthony Soebroto dengan NPC Santje Panelewen membuat kejutan besar di arena The 12th World Transnational Open Team Championship di Wuhan, China. Pada babak 32 besar mereka tampil brutal dan mengalahkan salah satu tim favorit China Open dengan 35-29 imp di segmen pertama dan kemudian pada segmen kedua menang lagi 27-19 Imp. Sayang sekali kemenangan Tim Mixed tidak diikuti Tim Indonesia Senior yang diperkuat Henky Lasut, Eddy Manoppo, Bambang Hartono, Tanudjan Sugiarto, Apin Nurhalim dan Bert Toar Polii serta NPC Paulus Sugandi. Tim Senior banyak berbuat kesalahan sendiri sehingga harus mengaku kalah terhadap tim JINSHUO dari China.

Selanjutnya Tim Mixed Indonesia bertemu tim Polmany, gabungan pemain dari Polandia dan Jerman yang diperkuat salah satu pemain terbaik putri dunia yang juga meraih gelar grandmaster open Sabine Auken. Melawan tim Polmany, Indonesia langsung unggul 35-16 Imp dan mereka sanggup mempertahankan sampai berakhirnya segmen 2. Walaupun Tim Polmany berusaha mengejar ketinggalan tapi tidak kesampaian. Tim Polmany menang 39-32 Imp namun tetap kalah 9 imp.

Besok di babak 8 besar, Indonesia akan berhadapan dengan salah satu tim China. Di babak 16 besar memang para pemain China menguasai arena dengan mengirimkan 9 wakilnya. Semoga keperkasaan tim Mixed Indonesia karena seperti yang dikemukakan Piere Zimmerman dari Swiss yang juga salah satu favorit juara yang kalah di babak 32 besar, targetnya harus lolos dulu ke babak knock-out. Dibabak knock-out semua bias terjadi karena sudah tidak ada lagi istilah tim kuat dan lemah.

Sementara itu Open Team yang mencoba peruntungan di Wuhan Grand Prix harus puas berada di peringkat 9 dari 60 peserta. Padahal tim yang diperkuat Noldy George/Robert Parasian, Leslie Gontha, Stefanus Soepeno dengan NPC Kamto sempat lama bertengger di peringkat 3 besar.

1 ONE ESSENTIAL OF RED 66.00
2 JSQX NJZS BRIDGECLUB 65.00
3 PIONEERS 61.00
LATVIA 61.00
5 AUSTRALIA OPEN 58.00
UICC WUHAN 58.00
7 HUAXINHUANBAO 57.00
WARHORSE 57.00
9 INDONESIA Open 56.00
10 CHINA HUOCHETOU 55.00

Sementara itu dari event utama Bermuda Bowl, Belanda akan berhadapan dengan Polandia di final sedangkan perebutan medali perunggu antara USA1 dan Norwegia` Di arena Venice Cup, China akan berhadapan Swedia di final dan perebutan medali perunggu antara Denmark melawan Inggeris. Pada perebutan d’Orsi Trophy, Belanda akan menghadapi Denmark di final sedangkan medali perunggu diperebutkan oleh India melawan Inggeris.

Di nomor baru Wuhan Cup, USA1 menyelamatkan muka Amerika Serikat karena menjadi satu-satunya wakil yang akan berhadapan dengan pemenang Rumania melawan Russia yang sampai tulisan ini dimuat masih berlangsung. Ini terjadi karena setelah menyelesaikan 96 papan dan skor berakhir draw dan sesuai peraturan pertandingan ada penambahan board yang dimainkan. Indonesia pernah mengalami hal yang sama tahun 1996 di Rhodos Island dimana di semi final bermain draw lawan Denmark dan harus tambah 8 board. Indonesia waktu itu beruntung menang dan mencatat sejarah lolos ke babak final.

Sementara itu pasangan Henky Lasut/Eddy Manoppo tetap tampil prima. Di daftar peringkat Butler WTOT mereka tercatat peringkat 8. Tapi seharusnya mereka yang terbaik karena 7 peringkat diatasnya hanya memainkan 10 papan dan hanya satu pasangan yg memainkan 20 papan. Padahal jumlah papan yang dimainkan ada 150 papan. Henky/Eddy memainkan 120 papan.


Add comment


Security code
Refresh

Event Berikutnya

01 Nov 2019n09:00AM - 07:00PMnIKA UNDIP 2019
02 Nov 2019n09:00AM - 07:00PMnRektor UNRI Cup
02 Nov 2019n09:00AM - 07:00PMnRektor UNRI Cup
09 Nov 2019n09:00AM - 07:00PMnTugu Muda Cup
09 Nov 2019n09:00AM - 07:00PMnTugu Muda Cup

TAMU

Hari Ini 41

Kemaren 254

Minggu Ini 848

Bulan Ini 2081

Total 216412

Currently are 21 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions