Ketika diumumkan akan diadakan pertandingan bridge secara online banyak yang mencibir bahwa ini hanya akan meningkatkan kasus kecurangan dalam olahraga ini. Tak dapat dipungkiri bahwa pertandingan model begini memang sangat rentan terhadap kecurangan dan itu dengan mudah dapat dilakukan. Beberapa hasil pertandingan online sebelumnya yang dilaksanakan oleh Komite Online Gabsi ditenggarai penuh dengan sangkaan itu. Namun yang perlu diingat adalah pertandingan bridge secara online adalah sebuah keniscayaan. Dalam waktu-waktu mendatang akan banyak pertandingan model begini. WBF, organisasi tertinggi bridge dunia sudah mulai menggelar turnamen online sejak beberapa tahun lalu. Dan tahun ini Komite Online Gabsi juga diundang untuk ikut serta dalam pertandingan antar kota dunia. Jadi kita tidak bisa mengelak dari dunia bridge online.

Kecurangan adalah musuh utama dalam bridge, bukan hanya di ajang online, di turnamen off line pun banyak dilakukan. Penggunaan sinyal ilegal, bermain tidak wajar, mengganti skor, drop skor dan lain-lain adalah beberapa bentuk kecurangan yang mungkin biasa dilakukan di sini. Praktek-praktek inilah yang sekarang ingin dibasmi oleh GABSI dengan semboyan "Zero Tolerance to Cheatings". Mari kita dukung bersama.

Bridge telah resmi dikategorikan sebagai olahraga, alias Sport. Makanya para pemain bridge harus berjiwa sportif.

Berikut kami ceritakan dua kasus yang bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Pada sesi ke lima Rektor Cup Unsoed 2019 yang berlangsung 13 Oktober kemaren terjadi duel antara tim sesama MBC (MBC Merah Vs MBC Putih) asuhan Didi Andries. Saat itu kedua tim berada dipapan tengah yang dengan kemenangan besar bagi salah satu tim akan membawanya masuk ke peringkat tiga besar di sesi terakhir. Bagi sebagian orang ini adalah kesempatan untuk mendapatkan kesempatan itu. Deal yang terjadi biasanya adalah yang menang berapapun diubah menjadi menang telak. Namun pimpinan mereka, Pak Didi adalah seorang yang anti kecurangan. Dalam sebuah statementnya, pemilik tempat latihan bridge di Mampang ini berkata, "jika anda bermain tidak sportif di Mampang, anda akan dilarang bermain disini selamanya".
Hasil akhir MBC Merah menang tipis 4 imp dari MBC Putih.

Pelajaran kedua kami dapatkan di ranah Minang. Pada turnamen AgBC Cup IV akhir September lalu, semua finalis (enam tim) berasal dari ranah minang, kecuali satu yakni tim Pertamina BC. Logikanya sangat mudah bagi mereka untuk mengatur siasat agar tim luar (Pertamina) tidak menjadi juara dalam event ini dengan cara mensupport salah satu tim. Namun apa yang terjadi, semua tim berjuang maksimal untuk menjadi yang terbaik dengan saling mengalahkan. Sijunjung yang akhirnya keluar sebagai juara malah hampir saja terlempar ke tempat ketiga jika saja kalah lebih besar dari Pertamina di sesi terakhir.

Mari kita majukan bridge Indonesia dengan menjunjung tinggi sportifitas.

 

Sejumlah 24 tim dari beberapa kabupaten/kota mengikuti ajang Pertandingan Bridge Online yang digelar oleh Komisi Bridge Online  GABSI. Mengingat banyaknya peserta dan peratandingan menggunakan skema round robin maka semuanya dibagi menjadi 2 pool, A dan B.
 
Berikut adalah nama-nama Kabupaten/Kota yang ikut serta beserta dengan poolnya.
 
POOL A
TEAM NAMA TEAM KOTA / KABUPATEN PROVINSI
1 BALIKPAPAN JBBC KALTIM
2 LANDAK KALBAR
3 KAYONG UTARA 1 KALBAR
4 PAMEKASAN JATIM
5 SLEMAN DIY
6 TASIKMALAYA JABAR
7 JAKARTA SELATAN DKI JAKARTA
8 METRO LAMPUNG LAMPUNG
9 BALIKPAPAN KRN KALTIM
10 BUTON ASPAL SULTRA
11 SAWAHLUNTO SUMBAR
12 KARAWANG JABAR
 
POOL B
 
TEAM NAMA TEAM KOTA / KABUPATEN PROVINSI
1 SIDOARJO JATIM
2 SAMARINDA KALTIM
3 BALIKPAPAN ENGGANG KALTIM
4 DEPOK JABAR
5 BELITUNG BABEL
6 KAYONG UTARA 2 KALBAR
7 KUPANG NTT
8 TANAH LAUT KALSEL
9 GRESIK JATIM
10 KENDARI MOLULO SULTRA
11 TANGERANG SELATAN BANTEN
12 BANYUMAS JATENG
 
Untuk antisipasi pertandingan online yang masih rawan kecurangan, panitia mewajibkan untuk agar pemain bermain di tempat yang sama di kota tempat team tersebut bermain. Pengawas akan mengirimkan video pemain yang sedang berlaga.
 
Pertandingan berlangsung setengah kompetisi di masing-masing pool dan memainkan @20 papan.
Waktu penyelenggaraan cukup lama karena hanya ada 1 game yang dimainkan setiap tim per minggunya.
Jadinya penyisihan membutuhkan waktu 11 minggu.
 
Pertandingan ini ikut meningkatkan gairah bridge masyarakat pecnta olahraga otak ini setelah mendengar kabar buruk hilangnya bridge di PON 2020.
 
Selamat bertanding rekan-rekan semua.
 
  
 
    

Regu Kokali (Kopi Kaki Lima) sebagai saudara kandung dari Group ACR pimpinan Kelik Irwantono berhasil merajai event Piala Rektor dan Dekan Unsoed Purwokerto yang berlangsung selama dua hari 12-13 Oktoer kemaren di Aula Budaya Universitas Soedirman Purwokerto. Setelah sehari sebelumnya pasangan dari Kokali Roro-Rachma menjuarai nomor pasangan piala Dekan Unsoed, kemaren pada nomor beregu Kokali juga berhasil meraih nilai tertinggi dan merebut Piala Rektor Unsoed. Turun dengan para pemain Roro-Rachma dan Very P.-Mukhiban, Kokali meraih 94,45 dari 6 sesi pertandingan @8 papan yang diikuti oleh 27 tim.

Tempat kedua direbut oleh Djarum Black yang beranggotakan Anthony Soebroto-Kamto dan Agus K-Santoso Sie yang meraih 87,10VP. Menyusul kemudian Semangat Baru Jawa Timur dengan 80,83VP dan Alunand Plus ditempat ke empat dengan 76,71VP.

Kokali tampil cemerlang di lima sesi pertama dan hanya membutuhkan 2,5VP saja di sesi terakhir untuk jadi juara. Sementara Semangat Baru berhasil menggeser Alunand Plus karena menang 8imp dalam duel di sesi terakhir.

Unsoed juga menyelenggarakan pertandingan tingkat pelajar yang diikuti cukup banyak peserta. Dengan demikian Unsoed ikut membantu menyemarakan agenda bridge tanah air dan sekalian menyediakan event yang berguna bagi para pecinta dan generasi muda bridge.

Terima kasih Unsoed dan Selamat untuk para juara.

Pasangan Girls Indonesia Juara APBF Youth 2019 Roro Jofani Tunggadewi-Rachma Shaumi berhasil menjadi juara pertama pertandingan pasangan Piala Universitas Soedirman yang berlangsung kemaren di Aula Fakultas Budaya Universiatas Soedirman Purwokerto. Dalam pertandingan pasangan swiss 6 sesi @8 papan tersebut dan diikuti oleh 66 pasangan, Roro-Rachma berhasil meraih 88,6VP dengan memenangkan semua sesi dengan rata-rata lebih dari 14VP. Kerja keras pasangan yang dibina oleh ACR pimpinan Kelik Irwantono ini memperlihatkan hasilnya.

Tempat kedua kedua diraih oleh Robert Tobing-Mahkota Ananda (MBC Mampang) dengan 86,49VP. Pasangan ini ngebut di dua sesi terakhir dan menyodok ke atas. Kikik Hikmat-Paul Silalahi (GBB Bandung) menghuni peringkat ketiga dengan 86,02VP. Pasangan Senior Budi-Slamet (Jawa Tengah) menghuni peringkat ke-4 dengan 83,36VP.

Pasangan muda usia girls lainnya Della-Desy dari Djarum Semarang meraih peringkat ke-5 dengan 82,16VP. Pasangan ini kalah dalam duel sesi terakhir dengan Roro-Rachma di meja satu. Kukuh-M Lian (Jatim) meraih peringkat ke-6 dengan 77,54VP.

Hari ini akan dilanjutkan dengan pertandingan beregu 6 sesi @8 papan. Selamat bertanding semuanya.

 

Event Berikutnya

01 Nov 2019n09:00AM - 07:00PMnIKA UNDIP 2019
02 Nov 2019n09:00AM - 07:00PMnRektor UNRI Cup
02 Nov 2019n09:00AM - 07:00PMnRektor UNRI Cup
09 Nov 2019n09:00AM - 07:00PMnTugu Muda Cup
09 Nov 2019n09:00AM - 07:00PMnTugu Muda Cup

TAMU

Hari Ini 44

Kemaren 254

Minggu Ini 851

Bulan Ini 2084

Total 216415

Currently are 26 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions