Pasangan muda dari Jatim berhasil menguasai seleknas bridge penentuan peringkat untuk kategori U21 dan U26 yang berakhir hari ini di Sekretariat Gabsi Pintu I GBK Jakarta. Untuk nomor youngsters (U21), para pemain muda dari Jatim berhasil merebut 4 dari 5 peringkat atas yakni peringkat 1,2, 4 dan 5, sementara peringkat ke-3 direbut oleh DIY. Sementara untuk kategori U26, mereka menguasai peringkat 1, 2, 3(1 Jatim 1 Banten), dan peringkat 5, sementara peringkat 4 adalah pasangan dari Jateng. Jatim sangat perkasa karena menempatkan 15 pemain muda mereka di peringkat atas seleksi U21 dan U26 tahun 2016 ini. Suatu pencapaian yang luar biasa bagi Jatim dan kado terindah atas pembinaan yang mereka lakukan dalam beberapa tahun terakhir. 

Di nomor U26, pasangan HEALTHO BRILIAN A. & ZULFIKAR AKBAR P. dari Jatim berhasil menjadi juara dengan meraih 187.84VP setelah menyelesaikan babak final 9 sesi @12 papan. Nilai tersebut adalah penjumlahan 60% hasil babak semifinal, dimana pasangan ini hanya berada di peringkat ke-5 tetapi tampil prima di babak final. Tempat ke-2 direbut oleh pasangan Jatim lainnya   ALI AKBAR & MUHAMMAD HASYIMI yang meraih 181.62VP. Dengan demikian Akbar dan Hasyimi mempertahankan peringkat 2 semifinalnya. Tempat ke-3 direbut oleh  YOSEP WARMAN HUTASOIT & ANDY PRAMANA dengan raihan 175.61Vp unggul atas juara babak semifinal  EGO AGNES A. & NOVEDA MULYA yang hanya meraih 179.49VP di tempat ke-4.

Berikut adalah hasil akhir nomor U26

 

RK PASANGAN VP TOT
1 10 HEALTHO BRILIAN A. & ZULFIKAR AKBAR P. 187.84
2 1 ALI AKBAR & MUHAMMAD HASYIMI 181.62
3 3 YOSEP WARMAN HUTASOIT & ANDY PRAMANA 175.61
4 5 EGO AGNES A. & NOVEDA MULYA 170.49
5 6 HENDRIK FEBRIYANTO & SHAHBANA SATRIAWAN 166.08
6 8 Restu Narendra & Wellya Aziz 161.41
7 2 Rafki Rizaldi & Angga Juni 147.23
8 4 Deddy Wirata & Bram Vicario Z. 146.36
9 9 Henky Kurniawan & Aditya Gunadi 145.28
10 7 Halina & Mustika Rahayu 116.16
 

Pada nomor U21, kembali Jatim memperlihatkan dominasinya. Mereka juga merebut 4 dari 5 tempat teratas. Tempat pertama diraih oleh MOCH. GINGGY S. A. & ANDY SETIAWAN A., diikuti oleh M. FISMAYANA N. & JADDUNG MAULANA M dan FATHAN NAHAR AZALI & M. YUNUS AMAT. Peringkat 1 dan 2 berasal dari Jatim sementara peringkat ke-3 dari DIY.

Berikut adalah klasemen akhir nomor U21

RK PASANGAN VP TOT
1 3 MOCH. GINGGY S. A. & ANDY SETIAWAN A. 186.25
2 10 M. FISMAYANA N. & JADDUNG MAULANA M. 171.53
3 2 FATHAN NAHAR AZALI & M. YUNUS AMAT 167.90
4 8 BINURI AYU DWIARNI & CINDY 166.52
5 1 SYLVIA CAROLINE & DIANA AULIA 162.60
6 4 Gabriela B. D. Eva & Fransisca Tri M. 161.10
7 5 Frederik Dumanuw & Jovan Kiolol 159.54
8 6 Dimas Wiyoga B. & Elga Pinka Arwangga 151.86
9 7 Stayman Hombokau & Jose Watung 142.72
10 9 Adytia Himawan & Vichenzo Scyvo N. 115.51

 

 Anggota Pelatnas

Aturan terbaru dari Gabsi adalah mengambil langsung peringkat 1-3 hasil seleksi dan menunjuk 2 pasangan lainnya dari peserta seleksi. Untuk U26, peserta pelatnas adalah peringkat 1-5 yakni:

1. HEALTHO BRILIAN A. & ZULFIKAR AKBAR P.

2. ALI AKBAR & MUHAMMAD HASYIMI

3. YOSEP WARMAN HUTASOIT & ANDY PRAMANA

4. EGO AGNES A. & NOVEDA MULYA

5. HENDRIK FEBRIYANTO & SHAHBANA SATRIAWAN

Sementara untuk nomor U21, disamping peringkat 1-3, 2 pasangan lain yang ditunjuk Gabsi bukanlah peringkat 4 dan 5 melainkan adalah peringkat 6 dan peringkat 7. Lengkapnya adalah sbb:

1. MOCH. GINGGY S. A. & ANDY SETIAWAN A.

2. M. FISMAYANA N. & JADDUNG MAULANA M.

3. FATHAN NAHAR AZALI & M. YUNUS AMAT

4. Gabriela B. D. Eva & Fransisca Tri M.

5. Frederik Dumanuw & Jovan Kiolol

Keputusan penunjukan ini disesalkan pengurus Pengprov Jatim, namun aturan sudah dibuat. Tidak ada kesalahan yang dilakukan di sini. Penunjukan adalah hak prerogatif GABSI.
 
Melihat hasil seleksi pemain junior ini, tidaklah berlebihan jika dalam beberapa tahun ke depan kita akan lebih banyak menjumpai pemain-pemain berkualitas dari Jatim di arena nasional. Untuk mengejar ketertinggalan ini, daerah lain harus mulai membina atletnya khususnya daerah yang selama ini cukup disegani seperti Sulut, DKI dan Jabar.

 

Dunia bridge internasional dihebohkan dengan keputusan Boye Brogeland untuk menyerahkan titel kejuaraan yang dimenangkannya pada tahun ini dan tahun lalu karena dia meyakini bahwa rekan satu tim mereka tidak memainkan permainan bridge yang bersih alias curang.  Ia mengaku terluka untuk pergi ke muka umum dengan tuduhan terhadap orang-orang yang ia sendiri telah bermain bersama, tapi mengatakan bahwa ia melakukan ini semua "Untuk masa depan permainan bridge kami yang indah."

Kicauan Boye pun makin menarik perhatian dunia bridge dunia. Boye pun menulis sampai 14 halaman di www.bridgewinners.com untuk membuktikan bahwa kicauannya bukan asal ngomong. Beberapa nama besar di dunia bridge pun ikut terseret.  Di samping kopelnya, Lothan Fisher-Ron Schwartz, muncul nama lain misalnya Fantoni-Nunes,  Balicki-Zmudzinski dari Poland dan Josef Piekarek & Alex Smirnov. 

Kecurangan dalam bridge pada akhir-akhir ini memang menjadi pusat perhatian dunia. Maret tahun lalu, WBF telah menskor pasangan senior Germany Michael Elinescu - Entscho Wladow peraih medali emas kejuaraan Senior Bowl di Bali 2013 lalu. Pasangan ini secara sah dan meyakinkan menggunakan sinyal gelap dalam memberikan informasi secara ilegal ke partnernya. Kode yang dipakai adalah batuk-batuk untuk menyatakan pendek di suatu suit tertentu. 

Setelah kicauan Boye, video tentang kecurangan bridge pun diunggah ke internet. Silakan dicari di youtube dengan search item: bridge cheaters.

Berikut ringkasan kasus beberapa pasangan.  

1. Lothan Fisher - Ron Schwartz dari Israel.

Sinyal gelap yang digunakan adalah memanfaatkan posisi penempatan papan setelah selesai penawaran dalam hal mereka sebagai pihak bertahan. Posisi duduk mereka adalah Utara-Selatan. Pasangan ini kabarnya menuntut balik dengan tuduhan pencemaran nama baik. 

2. Fulvio Fantoni - Claudio Nunes, mereka berdua adalah anggota team Monaco dan merupakan pemain dengan ranking tertinggi dunia, ranking 1 dan 2. Sinyal gelap yang digunakan yaitu orientasi kartu pembuka (tidur atau berdiri) untuk memberitahukan apakah ada top honor atau tidak pada suit yang di-lead.  Posisi duduk mereka Utara-Selatan. Belum ada tanggapan dari pasagan ini.

3. Josef Piekarek & Alex Smirnov dari Germany adalah yang pertama yang mengakui kesalahan mereka yang dikenal dengan kesalahan etika. Mereka berjanji tidak akan lagi bermain bersama dan tidak ikut kompetitif bridge selama 2 tahun.

4. Balicki-Zmudzinski dari Poland.

 

Akibat dari merebabknya kasus ini 3 negara peserta Bermuda Bowl September tahun lalu di Chennai India mengundurkan diri mereka adalah Monaco (Fulvio Fantoni - Claudio Nunes), Israel (Lothan Fisher - Ron Schwartz) dan Germany (Josef Piekarek & Alex Smirnov), dan seharusnya juga sang juara Bermuda tahun lalu Polandia, tetapi karena informasinya telat mereka sudah berada di India sehingga tetap ikut serta kendati salah satu pasangan mereka Balicki-Zmudzinski yang dicuragai tidak ikut serta. 

 

Reaksi WBF

 

Berikut adalah Pernyatan Resmi dari WBF.

WBF dengan tegas menyatakan komitmennya untuk memastikan bahwa olahraga bridge harus dilaksanakan dengan cara yang fair dengan tetap menghargai mereka yang terlibat didalamnya.  WBF yang sudah diakui oleh IOC sebagai Federasi Olaharaga Internasional dan diharapkan menegakkan standard olahraga yang tinggi. Ia harus mengelola olahraga ini dalam norma-norma yang diakui dan berusaha untuk menjunjung tinggi cita-cita the Olimpic charter. 

 

Pada the Sport Accord Convention di Sochi April 2015 lalu, International Sport Federations diminta untuk mengadopsi suatu deklarasi yang menjunjung tinggi sportifitas dalam olahrga. Komite eksekutif WBF setuju dengan hal  ini dan deklarasinya dapat ditemukan di website WBF. 

 

WBF sedang membuat aturan yang baru yang sesuai dan peraturan untuk pelaksanaan tertib urusan dan organisasi olahraga. Sebagai bagian dari proses yang berkelanjutan itu, WBF telah memperbarui Kode Disiplin tersebut; versi terbaru yang disetujui akan memiliki masa laku mulai 1 Januari 2016. Selain itu WBF telah menerbitkan pedoman untuk semua Otoritas Zonal dan Organisasi Bridge Nasional (NBO) untuk sanksi yang akan dikenakan bagi mereka yang berlaku curang.

 

WBF ingin menyatakan dengan SANGAT JELAS bahwa ia tidak akan membiarkan kecurangan dalam olahraga bridge. Mereka yang ketahuan mendapatkan keuntungan yang tidak adil oleh kecurangan harus menyadari bahwa mereka akan diadili tanpa kecuali; jika ditemukan mereka akan dikenakan sanksi berat yang akan mengakibatkan mereka tidak lagi menjadi bagian dari olahraga bridge  untuk waktu yang sangat lama.

 

Namun, WBF tidak menyetujui cara pendekatan yang sedang digunakan oleh sejumlah orang. Terlepas dari kesalahan potensial, merupakan persyaratan dalam setiap masyarakat beradab bahwa mereka yang dituduh pada suatu perbuatan yang salah diberi rincian tentang apa yang dituduhkan, bukti yang dikatakan untuk mendukung tuduhan tersebut, dan kesempatan untuk menjawab hal tersebut. WBF menyadari bahwa beberapa pemain terancam dengan paparan publik jika mereka tidak segera setuju dengan tuduhan orang-orang yang menuduh mereka. Perlu ditekankan bahwa orang yang melakukan seperti ini tidak memiliki legitimasi - mereka tidak punya dasar hukum dalam organisasi olahraga bridge.

 

Saat ini WBF menyatakan bahwa investigasi sedang dilakukan oleh Otoritas Zona dan induk Organisasi. Dalam beberapa kasus ada beberapa investigasi yang dilakukan terhadap pasangan yang sama. WBF tidak ingin memperluas pemeriksaan langsung ke masalah ini mendahului setiap keputusan. Jika cara yang ditempuh selama ini menghasilkan tuduhan palsu, mereka yang bertanggung jawab melakukannya mungkin menjadi objek investigasi.

 

WBF akan meneruskan usahanya dan erkewajiban untuk beraksi dengan cara yang bertanggungjawab sebagai anggota International Sport Federation. Konsep integritas dalam olahraga mencakup fair play dan penghilangan kecurangan tapi tentunya  terkecualikan untuk cara-cara yang benar dan hak-hak dasar seseorang.  The WBF acknowledges the significant time and effort contributed by players, workers and officers in their devotion to identify those who may have acted improperly. That work may be the basis for disciplinary proceedings undertaken within a proper process and presented to, and considered and determined by, a competent tribunal. The WBF will not tolerate cheating, neither will it stand by and watch kangaroo courts claim some legitimacy when they have none.

 

WBF menghargai waktu dan tenaga yang telah disumbangkan oleh pemain, pekerja dan petugas dalam pengabdian mereka untuk mengidentifikasi orang-orang yang mungkin telah bertindak tidak benar. Pekerjaan yang mungkin menjadi dasar dalam proses disipliner yang tepat dan disajikan dengan, dan dipertimbangkan serta ditentukan oleh, pengadilan yang kompeten. WBF tidak akan mentolerir kecurangan, tidak akan itu berdiri dan atau hanya menonton pengadilan yang mengklaim beberapa legitimasi ketika mereka sendiri tidak punya.

 

David R Harris

General Counsel

World Bridge Federation

 

Bagaimana Indonesia?

Boye Brogeland sempat menyebut dia merasa dikelabui oleh satu pasangan Indonesia, kendati tidak menyebut nama. Tentunya induk organisasi bridge nasional GABSI harus mulai memikirkan bagaimana menjalankan olahraga bridge yang bersih dari kecurangan di tanah air tercinta. Seperti disampaikan WBF baik dari situsnya maupun dari konferensi pers di Chennai India tahun lalu bahwa NBO masing-masing yang mengetahui data-data kecurangan yang dilakukan para pemain mereka. WBF meminta agar NBO proaktif dalam menjadikan bridge sebagai olahraga yang bebas dari kecurangan.

 

Langkah yang tepat dari GABSI adalah membentuk komisi anti kecurangan dengan menerima masukan dari para pemain tentang data-data yang menurut mereka aneh untuk kelas permainan seseorang. Misalnya saja pilihan lead, pilihan bid da pilihan defense yang terlihat aneh. Semoga saja bridge Indonesia dapat bersaing di pentas dunia dengan cara yang elegan.

 

 

Pasangan dari Sumatera Barat Aulia Sukma -Nesya Azkanov berhasil mempertahankan keunggulannya hingga sesi terakhir babak final hari ini sehingga berhasil menjuarai  Seleksi Penentuan Peringkat Girls. Peringkat ke-2 direbut oleh pasangan peringkat ke-10 semifinal Monica Ayu Triana-Ratna Ningtyas dari kombinasi Jateng dan Jatim. Peringkat ke-3 direbut oleh pasangan juara babak kualifikasi Dwi Agustine-Hanie Faizah dari Sumsel. Dengan demikian maka Aulia Sukma -Nesya Azkanov dan Monica Ayu Triana-Ratna Ningtyas memastikan diri menjadi anggota timnas Indonesia Girls 2016. Selamat. 2 Pasangan pendamping lainnya akan ditunjuk oleh GABSI dari peserta seleksi.

 

Juara Seleknas Girls 2016

 

Jalannya Pertandingan

Unggul lebih dari 16VP hingga sesi ke-5, Aulia -Nesya sempat didekati oleh peringkat 2 Fortuna M Sibuea-Elsya S Ningtyas hingga hanya berselilih 4.6VP pada akhir sesi 7 akibat 2 kekalahan beruntun di sesi pagi. Ketegangan pun memuncak. Sesi ke-8 terjadi match antara Aulis-Nesya dengan Fortina-Elsya yang dimenangkan oleh Aulia-Nesya dengan cukup telak 17.71-2.29 sehingga Aulia-Nesya boleh sedikit santai di sesi terakhir karena perbedaan 18Vp dengan peringkat 2 yang sudah direbut oleh Monica-Ratna. 

Yang menarik adalah perjuangan yang dilakukan oleh Monica-Ratna. Menduduki peringkat 10 babak semifinal atau peringkat buncit yang lolos ke babak final. mereka berdua tidak patah semangat tapi bahu membahu untuk merangkak naik.  Pada sesi pertama final mereka menang lumayan sehingga menaikkan peringkat mereka ke peringkat 7. Sesi ke-2 mereka kalah tipis namun masih berada di peringkat 7. Pada sesi ke-3 Monica-Ratna menang besar dari Aulia-Nesya sehingga menapak naik ke peringkat 6. Pada sesi ke-4, mereka kalah tipis sehingga kembali turun ke peringkat 7. Sesi terakhir final hari pertama kembali mereka menang tipis yang menampatkan mereka kembali ke peringkat 6.

Pada final hari kedua, Monica-Ratna memulai hari dengan kemenangan besar sehingga melambungkan  posisinya ke peringkat 3. Sesi ke-7 mereka bermain draw dan kembali menang pada sesi ke-8. Saat ini posisi mereka telah naik ke peringkat 2 akibat kalahnya saingan mereka Fortina-Elsya. Posisi ini dipertahankan pada sesi terakhir dengan kemenangan atas sainga mereka Fortina-Elsya. Perjuangan Monica-Ratna perlu diacungi jempol dan mereka adalah pasangan yang meraih nilai tertinggi di babak final. 

Berikut adalah klasemen akhir babak final.

RK   VP Final CO VP TOT
1 Aulia Sukma & Nesya Azkanov 105.956 77.394 183.35
2 Monica Ayu Triana & Ratna Ningtyas 111.162 59.808 170.97
3 Dwi Agustine & Hanie Faizah 84.266 80.064 164.33
4 Fortina M. Sibuea & Elsya S. Ningtyas 102.124 60.036 162.16
5 Villa Rosa & Yessi Grassela 79.586 81.204 1160.79
6 Yunita Fytry & Ernis Sefita 100.062 68.148 159.87
7 Roro J.Tungga Dewi & Elsa C. Anugrah 89.958 62.022 151.98
8 Gabriela B.D Eva & Fransisca Tri Martanti 87.358 60.462 147.82
9 Diana Aulia & Sylvia Caroline 82.80 60.42 143.22
10 Halina & Mustika Rahayu 65.056 66.744 131.80

 

Di tempat yang sama besok akan dimulai seleksi penentuan peringkat untuk nomor Junior U26 dan Youngsters U21.

 

Pasangan Aulia Sukma -Nesya Azkanov dari Sumatera Barat  berhasil mengambil pimpinan klasemen babak final Seleksi Penentuan Peringkat Girls yang hari ini memulai pertandingan babak finalnya di Sekeratariat Gabsi Pintu I Senayan Jakarta. Pasangan yang terseok-seok pada babak penyisihan ini tampil gemilang sejak hari kedua babak semifinal dan berlanjut hingga hari ini. Setelah menyelesaikan 5 dari 9 sesi babak final Aulia-Nesya berhasil meraup 141.04VP. Hari ini mereka menang telak 2 kali, sekali menang tipis dan sekali kalah lumayan dan sekali lagi losing draw.

Di tempat kedua Fortuna M Sibuea-Elsya S Ningtyas dari Jawa Timur yang finish di tempat ke-9 pada babak semifinal tampil apik hari ini dan meraih 125.10VP unggul tipis atas jawara babak semifinal Villa Rosa- Yessi Gracela (Sumut) yang menduduki tempat ke-3 dengan 124.64VP. Hari ini pasangan Fortuna-Elsya tampil sangat prima dengan raihan tertinggi 65.064VP unggul tipis atas Aulia-Nesya. Juara babak penyisihan Dwi Agustine-Hanie Faizah dari Sumsel berada di peringkat ke-4.

Berikut adalah klasemen hingga sesi ke-5 babak final.

RK   VP Final Carry Over VP TOT
1 Aulia Sukma & Nesya Azkanov 63.646 77.394 141.04
2 Fortina M. Sibuea & Elsya S. Ningtyas 65.064 60.036 125.1
3 Villa Rosa & Yessi Grassela 43.436 81.204 124.64
4 Dwi Agustine & Hanie Faizah 39.516 80.064 119.58
5 Yunita Fytry & Ernis Sefita 50.852 68.148 119
6 Monica Ayu Triana & Ratna Ningtyas 57.462 59.808 117.27
7 Roro J.Tungga Dewi & Elsa C. Anugrah 53.448 62.022 115.47
8 Halina & Mustika Rahayu 39.666 66.744 106.41
9 Diana Aulia & Sylvia Caroline 43.53 60.42 103.95
10 Gabriela B.D Eva & Fransisca Tri Martanti 43.368 60.462 103.83

Besok masih tersisa 4 sesi terakhir. Segala sesuatu masih bisa terjadi dan dipastikan pertarungan memperebutkan peringkat 1 dan 2 yang langsung dipanggil ke pelatnas masih akan rame.

 

 

 

Event Berikutnya

05 Jul 2020n09:00AM - 06:00PMnGub Jateng Cup - QUALIFICATION
10 Jul 2020n09:00AM - 06:00PMnGub Jateng - KNOCK OUT
11 Jul 2020n09:00AM - 06:00PMnGub Jateng - KNOCK OUT
12 Jul 2020n09:00AM - 06:00PMnGub Jateng - KNOCK OUT
20 Jul 2020n09:00AM - 07:00PMnKejurnas Antar Kota Online
20 Jul 2020n09:00AM - 07:00PMnKejurnas Antar Kota Online
20 Jul 2020n09:00AM - 07:00PMnKejurnas Antar Kota Online
20 Jul 2020n09:00AM - 07:00PMnKejurnas Antar Kota Online
20 Jul 2020n09:00AM - 07:00PMnKejurnas Antar Kota Online
20 Jul 2020n09:00AM - 07:00PMnKejurnas Antar Kota Online

TAMU

Hari Ini 89

Kemaren 165

Minggu Ini 580

Bulan Ini 392

Total 255650

Currently are 9 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions