Roll Of Honor
World Team Championships 2019 - Wuhan China

Bermuda Bowl
Emas: POLANDIA
Krzysztof Buras, Bartosz Chmurski, Jacek Kalita, Grzegorz Narkiewicz, Michał Nowosadzki, Piotr Tuczyński, Marek Pietraszek (npc), Marek Wójcicki (pelatih)

Perak: BELANDA
Simon de Wijs, Bob Drijver, Bauke Muller, Bart Nab, Ricco van Prooijen, Louk Verhees, Anton Maas (npc), Ton Bakkeren (pelatih)

Perunggu: NORWEGIA:
Terje Aa, Boye Brogeland, Nils Kåre Kvangraven, Espen Lindqvist, Allan Livgård, Ulf Haakon Tundal, Christian Vennerød (npc), Sten Bjertnes (pelatih)

Jacek Kalita dan Michał Nowosadzki sekarang telah memenangkan delapan medali dunia. Michał Nowosadzki memiliki dua gelar dunia yang lain, keduanya pada 2004, di nomor U21 beregu dan dan individu U26. Krzysztof Buras telah memenangkan lima medali, Grzegorz Narkiewicz empat, Piotr Tuczyński dua. Ini adalah gelar dunia pertama mereka.

Bauke Muller sekarang memiliki tujuh medali dunia, Simon de Wijs memiliki enam medali. Ricco van Prooijen, Louk Verhees dan Bob Drijver memiliki total empat medali; Bart Nab memiliki dua.

Boye Brogeland telah memenangkan medali dunia ketujuh, Terje Aa yang kelima. Ulf Haakon Tundal ada dalam tim yang memenangkan tim Bermuda Bowl 2007, dan juga memenangkan perunggu pada 2008. Espen Lindqvist dan Allan Livgård memenangkan medali pertama mereka di tingkat Terbuka, mereka berdua memenangkan dua perunggu di U21 (2004) dan U26 (2008).

Roll Of Honour
Venice Cup
Emas: SWEDEN
Kathrine Bertheau, Sanna Clementsson, Ida Grönkvist, Jessica Larsson, Emma Övelius, Cecilia Rimstedt, Kenneth Borin (npc), Carina Wademark (coach)
Perak: CHINA
Liu Yan, Lu Yan, Shen Qi, Wang Nan, Wang Wen Fei, Zuo Xiaoxue, Wang Xiaojing (npc & coach)
Perunggu: ENGLAND:
Heather Dhondy, Catherine Draper, Gillian Fawcett, Nevena Senior, Nicola Smith, Yvonne Wiseman, David Gold (npc), David Burn (coach)

Sanna Clementsson mungkin pemain wanita termuda yang memenangkan Venice Cup sejauh ini. Dia adalah juara dunia U21 pada tahun 2018.
Ida Grönkvist juga punya 2 gelar dunia U21 pada 2014 dan U26 pada 2018. Cecilia Rimstedt memenangkan pasangan U26 tahun 2006. Keduanya bersama dengan Emma Övelius ada dalam tim Venice Cup yang memenangkan medali perunggu dua tahun lalu.

Jessica Larsson won silver in last year's McConnell.
Wang Wen Fei telah memenangkan medali ke-12 dalam kejuaraan dunia. Lu Yan telah memenangkan 7 gelar. Liu Yan, Shen Qi dan Wang Nan juga ada dalam tim yang menang di Lyon dan dalam tim yang memenangkan perunggu di World Games 2016. Wang Nan memenangkan 2 medali perunggu pasangan sehingga total medalinya menjadi lima.

Nicola Smith menjadi pemain yang paling memenangkan medali kejuaraan dunia (20), yang pertama pada tahun 1976. Pemain lan yang meraih 2o gelar dunia adalah Giorgio Belladonna dan Bobby Wolff.

Bob Hamman, with 31 medals, adalah satu-satunya pemain dengan gelar lebih dari 20.

Nevena Senior telah memenangkan tujuh medali, Heather Dhondy six, Catherine Draper empat dan Yvonne Wiseman dua.

Roll Of Honour
d’Orsi Trophy

Emas: DENMARK
Knud-Aage Boesgaard, Søren Christiansen, Jørgen Hansen, HC Nielsen, Henrik Norman, Steen Schou, Bo Bilde (npc), Jan Nielsen (coach)

Perak: ENGLAND
John Holland, David Kendrick, Alan Mould, David Muller, Malcolm Pryor, Trevor Ward, David S. Jones (npc)

Perunggu: INDIA:
Sukamal Das, Subhash Dhakras, Dipak Poddar, Subrata Saha, Jitendra Solani, Ramamurthy Sridharan, Vinay Desai (npc), Anal Shah (coach)

Keempat pemain Demark telah pernah memenangkan medali kejuaran dunia.
Steen Schou dapat perunggu di World Games 1984. Søren Christiansen dapat perunggu di World Games 1996 (semuanya open team). Jørgen Hansen, HC Nielsen dan Steen Schou sebelumnya memenangkan perunggu di World Games 2020 nomor senior.

Hanya seorang pemain England dan tidak seorang pun pemain India yang sebelumnya meraih medali kejuaraan dunia. John Holland, yang memenangkan d'Orsi Trophy yang pertama pda tahun 2009.

Roll Of Honour
Wuhan Cup (MIXED TEAM)

Emas: RUSSIA
Alexander Dubinin, Alexej Gerasimov, Andrey Gromov, Anna Gulevich, Tatiana Ponomareva, Olga Vorobeychikova

Perak: USA1
Cheri Bjerkan, Allan Graves, Christal Henner, Uday Ivatury, Jill Meyers, Howard Weinstein, Joe Stokes (npc)

Perunggu: ROMANIA:
Mihaela Balint, Marius Ioniţă, Bogdan Marina (pc), Geta Mihai, Radu Mihai, Marina Stegaroiu

Tatiana Ponomareva telah memeangkan 9 medali kejuaran dunia. Dia dua kali memenangkan nomor beregu wanita pada 2004 dan 2006.
Andrey Gromov juga punya 9 gelar. Alexander Dubinin enam. Anna Gulevich empat medali, Olga Vorobeychikova dua. Ini adalah gelar juara dunia bagi semua anggota tim.
Ini adalah medali ke-13 bagi Jill Meyers. Dia telah memenangkan 7 gelar juara.
Bagi Cheri Bjerkan's ini adalah gelar dunia keduanya. Dia memenangkan Venice Cup team tahun 1987.
Ini gelar ketiga Allan Graves setela memenangkan d'Orsi Trophy tahun 2017. Dia juga memenangkan medali perunggu untuk Canada di ajang Rosenblum 1982. Christal Henner juga punya gelar sebelumnya, perak di 2006 Rosenblum (Open teams). Howard Weinstein punya empat medali sekarang.
Hanya satu pemain Romanian yang sebelumnya meraih gelar di kejuaraan, Nistor Radu pada nomor Junior championships 2011.

Roll Of Honour
Transnational Open Teams

Emas : SHANGHAILVCHENG:
Chen Yong, Lian Yong, Luo Yide, Sun Shaolin, Yu Xiaoguang, Zhang Shengle, Zheng Lin (npc)

Silver: SAN CHEN FUND
Jiang Huibo, Li Rui; Shen Siyuan, Wu Shangjie, Xie Zhaobin, Xin Guofang, Su Hongbin (npc)

Bronze: ZHEJIANGQIANTANG:
Dai Jianming, Huang Yan, Ran Jing Rong, Yang Lixin, Zhang Yu, Zhao Jie, Zhang Feilan (npc)

Ini adalah bukti bahwa kemajuan bridge di China. Tidak ada seorang pemain finalis pun sebelumnya yang pernah meraih gelar di kejuaraan dunia. Peraih perunggu punya beberapa medali dunia. Huang Yan has memenangkan gelar ke-6 (sebelmunya menang di Venice 2017), Zhang Yu juga sudah meraih enam medali, Dai Jianming punya empat dan Yang Lixin punya tiga, Ran Jing Rong dua. Zhao Jie (aka Jack) punya empat medali, dan dia telah dua kali gelar di kejuaraan pasangan dunia, Open Pairs 2006 dan Mixed Pairs 2014.

 

Regu Kabupaten Sijunjung yang pada kejurnas bridge di Padang Desember lalu naik ke klas A nomor antar Kota berhasil keluar sebagai juara dalam Open Turnamen Bridge AgBC (agriculture Bridge Club) yang ke-IV yang digelar di Aula Fekon Unand Padang Sumbar pada 27-29 September 2019. Sijunjung beraggotakan Abdi Arief, Amri Tanjung, Mulyadi, Muharar, Ridho Suradi dan Yoga Purnama dari 20 tim yang ikut berpartisipasi.

Dalam babak final yang diikuti oleh 6 tim, Sijunjung sebetulnya mengalami dua kali kekalahan namun berhasil meraih 62.67VP tertinggi dari 5 tim lainnya. Mereka unggul tipis atas Pertamina BC (Noldy Ngantung, Suci Amita Dewi, Kristina Wahyu, Hendra Railis, Syahrial Ali) yang hanya meraih 62.18VP namun tidak pernah mengalami kekalahan. Tim Triple Nine yang merupakan para pemain Pelatda PraPON Sumbar (Joni Iswanto, Hidayat, Bambang WU, Rudi Anwar, Teddy Pebruardi dan Iksan) berada di peringkat ke-3 dengan 59,20VP.

Di nomor consolation, Symmetry Falcon menjadi yang terbaik dalam pertandingan 7 sesi dengan meraih 98,09VP dan tempat ke-2 direbut oleh Telkom Minang Maimbau dengan 90,12VP.

AgBC Cup adalah salah satu turnamen bridge yang diadakan di Padang rutin setiap tahun, Ini adalah yang keempat kalinya. Turnamen yang digagas dan dilaksanakan oleh para mahasiswa anggota UKM Fakultas Pertanian Universitas Andalas ini dicanangkan akan tetap berjalan setiap tahun dan dilaksanakan dalam rangka dies natalis Fakultas Pertanian Unand. Ini juga salah satu event dalam rangka menggairahkan olahraga bridge di daerah Sumatera umumnya dan Sumbar khususnya. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini ikut melahirkan atlet-atlet berbakat dari Sumbar.

Turnamen ditutup oleh Dekan Fakultas Pertanian Unand Dr. Munzir Busniah.

Tim Mixed Indonesia yang beranggotakan Lusje Bojoh-Taufik Asbi, Conny Sumampouw-Denny Sacul, Ernis Sefita-Anthony Soebroto dengan NPC Santje Panelewen berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos ke babak semifinal Kejuaraan dunia Transnational yang saat ini tengah berlangsung di Wuhan China. Pada 2 sesi babak 8 besar pagi tadi, Indonesia Mixed berhasil mengalahkan China Mixed (78-36) kendati pada 14 papan pertama kalah 9-29 namun pada 14 papan berikutnya Indonesia menang telak 69-7. Dengan demikian Indonesia Mixed pun melaju ke semifinal.

Di babak semifinal, yang dikuasai China dengan mengirimkan 3 teamnya bersama satu tim mixed Indonesia. Indoneisa akhirnya dihadang oleh SHANGHAILVCHENG ( China ). Pada 14 papan pertama Indonesia tertinggal tipis 33-36, namun defisit ini gagal dikejar Indonesia dan akhirnya kalah lagi 11-22imp sehingga totalnya kalah 44-58 imp. Dengan demikian besok Indonesia Mixed akan bererbut medali perunggu dengan ZHEJIANGQIANTANG salah satu tim dari China yang lain dalam duel 2 sesi @16 papan.

Persaingan seru terjadi di semua nomor final.
Di Bermuda Bowl, Netherlands unggul 1 imp atas Polandia, 91-90.
Pada perebutan medali perunggu Norway unggul tipis, 98-92 atas USA1.

Di Venice Cup, Sweden unggul 111-102 atas China.
Pada perebutan medali perunggu Netherlands unggul tipis, 107-102 atas England.

Di d'Orsi Trophy, Denmark unggul 96-76 atas England.
Pada perebutan medali perunggu India unggul Netherlands 102-98.

Di Wuhan Cuo Mixed team, Russia unggul 85-74 atas USA1.
Pada perebutan medali perunggu Romania Netherlands unggul 132-76 atas England.

Hayo tim mixed Indonesia, bawalah medali perunggu ke tanah air. Doa kami menyertai kalian

Mixed Team Melaju ke Babak 8 Besar, Senior Gagal

Oleh : Bert Toar Polii

Tim Indonesia Mixed yang diperkuat Lusje Bojoh, Conny F Sumampouw, Ernis Sefita, Taufik Asbi, Denny Sacul dan Anthony Soebroto dengan NPC Santje Panelewen membuat kejutan besar di arena The 12th World Transnational Open Team Championship di Wuhan, China. Pada babak 32 besar mereka tampil brutal dan mengalahkan salah satu tim favorit China Open dengan 35-29 imp di segmen pertama dan kemudian pada segmen kedua menang lagi 27-19 Imp. Sayang sekali kemenangan Tim Mixed tidak diikuti Tim Indonesia Senior yang diperkuat Henky Lasut, Eddy Manoppo, Bambang Hartono, Tanudjan Sugiarto, Apin Nurhalim dan Bert Toar Polii serta NPC Paulus Sugandi. Tim Senior banyak berbuat kesalahan sendiri sehingga harus mengaku kalah terhadap tim JINSHUO dari China.

Selanjutnya Tim Mixed Indonesia bertemu tim Polmany, gabungan pemain dari Polandia dan Jerman yang diperkuat salah satu pemain terbaik putri dunia yang juga meraih gelar grandmaster open Sabine Auken. Melawan tim Polmany, Indonesia langsung unggul 35-16 Imp dan mereka sanggup mempertahankan sampai berakhirnya segmen 2. Walaupun Tim Polmany berusaha mengejar ketinggalan tapi tidak kesampaian. Tim Polmany menang 39-32 Imp namun tetap kalah 9 imp.

Besok di babak 8 besar, Indonesia akan berhadapan dengan salah satu tim China. Di babak 16 besar memang para pemain China menguasai arena dengan mengirimkan 9 wakilnya. Semoga keperkasaan tim Mixed Indonesia karena seperti yang dikemukakan Piere Zimmerman dari Swiss yang juga salah satu favorit juara yang kalah di babak 32 besar, targetnya harus lolos dulu ke babak knock-out. Dibabak knock-out semua bias terjadi karena sudah tidak ada lagi istilah tim kuat dan lemah.

Sementara itu Open Team yang mencoba peruntungan di Wuhan Grand Prix harus puas berada di peringkat 9 dari 60 peserta. Padahal tim yang diperkuat Noldy George/Robert Parasian, Leslie Gontha, Stefanus Soepeno dengan NPC Kamto sempat lama bertengger di peringkat 3 besar.

1 ONE ESSENTIAL OF RED 66.00
2 JSQX NJZS BRIDGECLUB 65.00
3 PIONEERS 61.00
LATVIA 61.00
5 AUSTRALIA OPEN 58.00
UICC WUHAN 58.00
7 HUAXINHUANBAO 57.00
WARHORSE 57.00
9 INDONESIA Open 56.00
10 CHINA HUOCHETOU 55.00

Sementara itu dari event utama Bermuda Bowl, Belanda akan berhadapan dengan Polandia di final sedangkan perebutan medali perunggu antara USA1 dan Norwegia` Di arena Venice Cup, China akan berhadapan Swedia di final dan perebutan medali perunggu antara Denmark melawan Inggeris. Pada perebutan d’Orsi Trophy, Belanda akan menghadapi Denmark di final sedangkan medali perunggu diperebutkan oleh India melawan Inggeris.

Di nomor baru Wuhan Cup, USA1 menyelamatkan muka Amerika Serikat karena menjadi satu-satunya wakil yang akan berhadapan dengan pemenang Rumania melawan Russia yang sampai tulisan ini dimuat masih berlangsung. Ini terjadi karena setelah menyelesaikan 96 papan dan skor berakhir draw dan sesuai peraturan pertandingan ada penambahan board yang dimainkan. Indonesia pernah mengalami hal yang sama tahun 1996 di Rhodos Island dimana di semi final bermain draw lawan Denmark dan harus tambah 8 board. Indonesia waktu itu beruntung menang dan mencatat sejarah lolos ke babak final.

Sementara itu pasangan Henky Lasut/Eddy Manoppo tetap tampil prima. Di daftar peringkat Butler WTOT mereka tercatat peringkat 8. Tapi seharusnya mereka yang terbaik karena 7 peringkat diatasnya hanya memainkan 10 papan dan hanya satu pasangan yg memainkan 20 papan. Padahal jumlah papan yang dimainkan ada 150 papan. Henky/Eddy memainkan 120 papan.

Event Berikutnya

05 Dec 2019n09:00AM - 07:00PMnPra PON
10 Dec 2019n09:00AM - 07:00PMnKEJURNAS BRIDGE 57
10 Dec 2019n09:00AM - 07:00PMnKEJURNAS BRIDGE 57
10 Dec 2019n09:00AM - 07:00PMnKEJURNAS BRIDGE 57
10 Dec 2019n09:00AM - 07:00PMnKEJURNAS BRIDGE 57
10 Dec 2019n09:00AM - 07:00PMnKEJURNAS BRIDGE 57
14 Dec 2019n09:00AM - 03:00PMnHBN 2019

TAMU

Hari Ini 154

Kemaren 239

Minggu Ini 154

Bulan Ini 2244

Total 226383

Currently are 108 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions